Kisah inspiratif datang dari Aceh, di mana seorang pria rela menempuh perjalanan ekstrem sejauh 136 kilometer dengan berjalan kaki demi bisa menghadiri akad nikahnya di tengah kondisi jalan yang putus akibat bencana alam. Perjuangan ini menjadi viral di media sosial dan menyentuh hati netizen di seluruh Indonesia.

Perjalanan Ekstrim di Tengah Bencana

Pria tersebut bernama Ahmad Handoko (25), yang pada awal Desember 2025 memulai perjalanan dari Takengon menuju Lhoksukon, Aceh. Ia harus mengambil rute panjang karena akses jalan tertutup total akibat longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tengah dan Aceh Utara.

Dalam unggahan Instagramnya (@handoko_115), Handoko menuliskan kalimat singkat namun penuh makna: “Rela jalan kaki dari Takengon ke Lhoksukon demi akad nikah”. Unggahan ini kemudian menyebar luas dan dibanjiri doa serta dukungan dari warganet.

Medan Sulit dan Rintangan Berat

Perjalanan Handoko bukan sekadar jarak jauh, namun penuh rintangan. Ia harus menyusuri jalur berlumpur, bebatuan, dan titik longsor yang membuat akses kendaraan tidak mungkin dilalui. Bahkan di beberapa titik, jalan terlihat terputus total, memaksanya berjalan kaki menyusuri tebing dan jalur yang rusak parah.

Selama sebagian rute, Handoko tidak berjalan sendirian. Ia ditemani oleh beberapa teman di sebagian perjalanan hingga ke Kuala Simpang dan Lhokseumawe, sebelum akhirnya tiba di Lhoksukon.

Akad Tanpa Keluarga di Sisi

Kondisi jalan yang putus juga membuat keluarga Handoko tak bisa mendampingi dalam perjalanan maupun saat akad nikah berlangsung. Ia berangkat sendiri dari rumahnya, bahkan merasa sedih karena orang tua dan saudaranya tidak bisa hadir dalam momen sakral tersebut. Namun Handoko tetap bersyukur karena akad nikah berjalan lancar dan kini ia telah berada di rumah sang istri di Lhoksukon.

Dampak Bencana Lebih Luas

Selain perjuangan Handoko, bencana alam di Aceh juga membawa dampak besar bagi masyarakat setempat. Akses menuju daerah lain masih sangat sulit akibat longsor dan banjir bandang, sehingga banyak warga yang harus berjalan kaki puluhan kilometer hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau mencari bantuan logistik.


Pesan dari Kisah Ini

Kisah Handoko bukan hanya tentang jarak, tetapi lebih pada keteguhan hati dan arti penting sebuah komitmen dalam menghadapi tantangan hidup. Di tengah bencana dan kesulitan, semangatnya untuk tetap menikahi calon istri menjadi inspirasi banyak orang.